4 Teori Masuknya Agama Dan Kebudayaan Hindu-Buddha Di Indonesia (Sejarah Indonesia Kelas X)

Materi Sejarah Indonesia


Belajar Daring - 4 Teori Masuknya Agama Dan Kebudayaan Hindu-Buddha Di Indonesia (Sejarah Indonesia Kelas X) adalah tema artikel kali ini yang akan Admin bagikan kepada Anda.

4 Teori Masuknya Agama Dan Kebudayaan Hindu-buddha Di Indonesia (Sejarah Indonesia Kelas X) merupakan salah satu materi dari mata pelajaran Sejarah Indonesia.

Masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu dan Buddha dari India ke Nusantara terjadi karena adanya hubungan antara bangsa Nusantara, India, dan bangsa-bangsa lainnya di Kawasan Asia Selatan, Timur, dan Tenggara. 

Hubungan tersebut terjadi melalui kegiatan politik dan diplomasi, pelayaran dan perdagangan, Pendidikan, dan kebudayaan. 

Melalui lalu lintas tersebut, terjadi pertukaran barang, pengalaman, dan kebudayaan Hindu dan Buddha.

Catatan awal abad masehi mengenai kedatangan orang-orang Hindu dan Buddha dari India ke Nusantara tidak diketahui dengan pasti. 

Adapun hubungan antara india, Cina, dan Nusantara berasal dari catatan orang Cina pada abad ke 5 M.

Menurut catatan tersebut, agama Buddha yang masuk ke Nusantara tidak hanya berasal dari India, tetapi juga dari Cina. 

Sejak awal abad masehi, Cina mulai mengembangkan kekuasaannya ke wilayah Asia Tenggara dan membentuk Kerajaan yang berkiblat ke Cina. Penjajah Cina yang paling awal menyebut dan mengenal Jawa ialah Fa Hsien. 

Ia menetap selama 12 tahun di India. Ketika dalam perjalanan pulang ke Cina, Fa Hsien beserta rombongan yang berjumlah 100 orang singgah di Jawa. 

Mereka singgah selama lima bulan sejak Desember 412 sampai Mei 413.

Hubungan pelayaran dan perdagangan antara Jawa, Sumatra, Kanton (Cina), Sri Lanka, dan Kashmir (India) dicatat pula oleh Gunawarmma. 

Ia adalah seorang pangeran dari Kashmir yang pernah tinggal lama di Jawa pada 422, ia menyebarkan Buddhisme sebelum berlayar ke Cina. 

Catatan singkat dari Gunawarmma ini menujukkan bahwa pengaruh kebudayaan India atau Cina bisa masuk melalui hubungan pelayaran dan perdagangan antara Nusantara (Jawa) dan negeri-negeri di Asia Tenggara, Timur, dan Selatan.

Setelah banyaknya golongan Brahmana Hindu dan Biksu Buddha menyebarkan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Nusantara, terbentuklah masyarakat intelektual da terpelajar. 

Kelompok ini kemudian menyebarkan agama dan kebudayaan tersebut ke masyarakat setempat. 

Kelompok inilah yang paling sering berhubungan dengan pusat-pusat penyebaran Hindu-Budhha di Asia Tenggara.

Pada awalnya, hanya golongan elit seeprti raja beserta keluarganya dan orang-orang kaya yang mendapat kesempatan untuk belajar agama dan kebudayaan India. 

Pada perkembangan berikutnya setelah hubungan Nusantara dan negara-negara sekitarnya semakin lancar, golongan lain pun mendapat kesempatan mengenal bahasa Sanskerta, kitab-kitab agama Hindu dan Buddha, serta kebudayaan India lainnya.

Ada 4 (empat) teori yang membahas masuknya pengaruh Hindu-Buddha ke Nusantara.

Silahkan Anda simak ya penjelasan dari 4 Teori Masuknya Agama Dan Kebudayaan Hindu-Buddha Di Indonesia di bawah ini:

Teori Ksatria

Teori ini mengatakan bahwa Nusantara pernah dijajah bangsa India. Golongan yang menaklukkannya ialah golongan ksatria. 

Melalui proses tersebut, pengaruh Hindu masuk ke Nusantara. Teori ini dikenal Teori Ksatria. Teori ini dikemukakan Prof. dr. J.L. Moons.

Teori ksatria menyatakan bahwa ajaran Hindu dan Buddha masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum ksatria. 

Teori ini didukung oleh Prof. Dr. J.L. Moens yang menyebutkan pada abad ke 4-6 M kerap terjadi kekalahan perang oleh kaum ksatria. 

Kekalahan ksatria membuat mereka melarikan diri hingga ke Nusantara. Namun yang melemahkan dari teori ini adalah ksatria tidak bisa menghindukan seseorang.

Teori Waisya

Masih berkaitan dengan teori ksatria, teori ini berkaitan dengan peranan pedagang dalam menyebarkan kebudayaan India di Nusantara. 

Kemudian diikuti dengan proses perkawinan antara pedagang India dan Perempuan Nusantara. 

Teori ini banyak dianut oleh para ahli. Namun, hal itu masih mengecilkan peranan pedagang Nusantara. Teori Waisya dikemukakan N.J. Krom

Teori Brahmana

Teori ini dikemukakan oleh Van Leur sebagai reaksi terhadap kedua teori ksatria dan teori waisya. 

Bukti penguat dari pernyataan ini adalah adanya prasasti pada masa kerajaan Hindu Buddha. 

Hanya brahmana yang dapat baca dan tulis bahasa sansekerta serta menghindukan seseorang. 

Bahasa dalam kitab weda dan upacara keagamaan merupakan tugas dari brahmana. Disisi lain terdapat aturan bahwa kaum brahmana tidak boleh menyebrangi lautan.

Menurutnya, tidak terdapat bukti yang menujukkan bahwa bangsa Nusantara ditaklukkan oleh bangsa India. 

Menurutnya, penyebaran pengaruh Hindu-Budhha dilakukan dari golongan brahmana yang datang atas undangan bangsa Nusantara untuk menyebarkan agama Hindu-Buddha. 

Saat itu, kontak penguasa Nusantara dengan penguasa India terjadi berkat hubungan dagang.

Teori waisya berpendapat bahwa pedagang India memiliki peran besar dalam menyebarkan agama Hindu dan Buddha. 

Pendukung teori ini adalah Prof. Dr. N.J. Krom. Kedatangan para pedagang dari India selain melakukan perdagangan juga memperkenalkan ajaran agama Hindu Buddha. 

Para pedagang diyakini menyebarkan agama ketika menetap sementara waktu dan tidak jarang menikah dengan penduduk setempat.

Teori Arus Balik

Teori ini dikemukakan oleh F.D.K. Bosch. Menurut teori ini, orang Nusantara belajar agama Hindu-Buddha dan pergi berziarah ke India. 

Kemudian, mereka menyebarkan agama tersebut setelah Kembali ke Nusantara.

Teori arus balik menjelaskan bahwa terdapat peran aktif para pedagang dalam hinduisasi yaitu pedagang nusantara mempelajari sendiri ajaran Hindu ke India untuk selanjutnya disebarkan di Indonesia. Tokoh yang meyakini teori ini adalah F.D.K. Bosch.

Kesimpulan

Terdapat beragam teori yang menjelaskan mengenai bagaimana proses masuknya ajaran agama Hindu dan Buddha di Indonesia. 

Para ahli sejarah berpendapat bahwa terdapat 2 (dua) cara masuk ajaran Hindu dan Buddha yaitu sebagai berikut:

1. Masyarakat Indonesia Berperan Pasif

Bangsa asing seperti India dan Tiongkok melakukan kontak dengan datang ke Indonesia dan menyebarkan ajaran agama Hindu Buddha.

2. Masyarakat Indonesia Berperan Aktif

Masyarakat Indonesia belajar langsung ke India dan Cina untuk mempelajari dan mendalami ajaran Hindu Buddha.

Dari teori di atas memunculkan beberapa teori mengenai bagaimana masuknya Hindu dan Buddha seperti yang telah Admin jelaskan sebelumnya yang terbagi menjadi Teori Masuknya Agama Dan Kebudayaan Hindu-Buddha Di Indonesia.

Demikianlah pembahasan dari materi pelajaran Sejaran Indonesia tentang 4 Teori Masuknya Agama Dan Kebudayaan Hindu-Buddha Di Indonesia (Sejarah Indonesia Kelas X), semoga dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Terima Kasih.

Selamat Belajar Daring.

Posting Komentar untuk "4 Teori Masuknya Agama Dan Kebudayaan Hindu-Buddha Di Indonesia (Sejarah Indonesia Kelas X)"