MEMBACA UNTUK KESENANGAN

MEMBACA UNTUK KESENANGAN


Belajar Daring - Membaca Untuk Kesenangan merupakan judul dari tulisan kali ini.

Membaca Untuk Kesenangan akan Admin Ganteng bagikan informasi dan penjelasannya hanya untuk Anda semua sebagai pengunjung blog ini.

Membaca untuk kesenangan, sering kali disingkat membaca santai, adalah aktivitas membaca yang dilakukan semata-mata untuk hiburan dan kenikmatan pribadi. 

Berbeda dengan membaca untuk tujuan akademis atau profesional, membaca santai tidak terikat pada target, kurikulum, atau tekanan untuk menyelesaikan bacaan.

Membaca santai menawarkan banyak manfaat bagi individu, baik secara mental, emosional, maupun sosial.

Tahukah Anda?

Kegemaran membaca tidak hanya berdampak positif bagi anak dan remaja, tetapi juga bagi orang dewasa, khususnya orang tua dan mereka yang berkebutuhan khusus. 

Dampak positif ini meliputi persepsi yang positif terhadap diri sendiri, lingkungan sosial dan kehidupan secara umum.

Menurut The Reading Agency (Wilkinson, 2015) manfaat kegemaran membaca bagi pembaca dari beragam kelompok usia adalah sebagai berikut:

  • Anak-anak dan remaja yang gemar membaca di waktu luangnya cenderung lebih percaya diri, lebih tenang, lebih mudah berkonsentrasi, dan lebih empatik terhadap orang lain. Selain itu, siswa yang gemar membaca prestasi akademiknya lebih baik, lebih cakap membaca, dan kemampuan numeriknya lebih baik.
  • Orang dewasa yang gemar membaca cenderung lebih toleran dan memahami budaya orang lain. Mereka juga lebih memiliki kesadaran untuk melayani orang lain.
  • Orang tua yang gemar membaca cenderung berkomunikasi dengan anak secara lebih baik dan memiliki pola pengasuhan yang lebih baik ketimbang orang tua yang kurang gemar membaca.
  • Orang dewasa yang berkebutuhan khusus atau pasien yang gemar membaca cenderung memiliki sikap hidup yang positif, pola hidup yang lebih sehat, dan tidak mengalami demensia.

Kegiatan membaca untuk kesenangan tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, namun juga meningkatkan kecakapan sosial dan pemberdayaan seseorang. 

Kegemaran membaca bahkan meningkatkan kualitas kesehatan, memperpanjang usia harapan hidup, sehingga meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Apakah Membaca untuk Kesenangan?

Membaca untuk kesenangan adalah semua aktivitas membaca yang menumbuhkan kesenangan dan kepuasan dalam diri, sehingga menyebabkan seorang pembaca “tenggelam” dalam bacaan yang dibacanya “ (Nell, 1988).

Berikut beberapa hal yang menyangkut tentang membaca untuk kesenangan:

  • Menumbuhkan minat dan kesenangan
  • Siswa dapat mengatur kecepatan membacanya sendiri
  • Frekuensi membaca seseringan mungkin 
  • Siswa dapat memilih materi yang dibaca sesuai keinginannya
  • Kegiatan membaca tidak dinilai, tetapi siswa diajak mendiskusikan bacaannya

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kegemaran Membaca

Berikut di abwah ini adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegemaran membaca:

Latar belakang sosial-ekonomi mempengaruhi minat membaca 

Orang dewasa yang berpendidikan dan berpenghasilan menengah ke atas meluangkan lebih banyak waktunya untuk membaca ketimbang mereka yang berpenghasilan lebih rendah (DJS Research and Book Trust, 2013).

Usia

Semakin besar usia anak, minat mereka kepada bacaan semakin berkurang.

Anak dan remaja perempuan lebih menyukai membaca

Anak dan remaja perempuan lebih menyukai membaca ketimbang laki-laki dalam kelompok umur yang sama (PIRLS, 2007).

Motivasi intrinsik dalam membaca – yaitu motivasi yang muncul dari dalam diri – lebih efektif membuat anak lebih gemar membaca ketimbang motivasi ekstrinsik, seperti tantangan membaca, insentif dan hadiah-hadiah (De Naeghel et. al., 2012). 

Namun demikian, kegiatan-kegiatan yang bersifat ekstrinsik seperti lomba, tantangan, permainan untuk menumbuhkan minat anak terhadap bacaan, dapat menjadi gerbang awal kebiasaan membaca. 

Minat ini harus terus dipupuk dan ditumbuhkan dengan kegiatan-kegiatan untuk menyemai motivasi intrinsik terhadap bacaan.

Perasaan Senang

Siswa akan gemar membaca apabila ia mendapatkan manfaat berupa perasaan senang, terhibur, dan rileks ketika membaca (Clark dan Rumbold, 2006). 

Manfaat ini menumbuhkan motivasi intrinsik siswa. 

Penelitian Clark dan Foster (2005) juga menunjukkan motivasi intrinsik dipengaruhi jenis bacaan. 

Misalnya bahwa anak menyukai cerita fiksi, khususnya petualangan dan misteri.

Memilih Bacaan yang Menarik

3 (tiga) pertimbangan penting dalam memilih bacaan adalah sebagai berikut:

  • Materi bacaan harus menarik, sehingga menumbuhkan minat siswa untuk mendiskusikannya.
  • Materi, penyajian kebahasaan dan elemen grafika pada bacaan perlu sesuai dengan minat siswa.
  • Materi, penyajian kebahasaan dan elemen grafika perlu sesuai dengan kecakapan nalar dan kemampuan membaca pembaca sasaran.

Bacaan perlu memiliki elemen penulisan yang baik sehingga dapat didiskusikan dengan siswa dan mengembangkan kecakapan berpikir tinggi mereka.

Menurut Fountass dan Pinell (2016), terdapat beberapa elemen yang perlu dipertimbangkan dalam memilih bacaan pengayaan untuk siswa.

Bagaimana Menumbuhkan Motivasi Intrinsik untuk Membaca?

Di samping program tantangan membaca, sekolah perlu menumbuhkan motivasi intrinsik siswa untuk membaca melalui:

Penyediaan dan pemanfaatan bacaan-bacaan anak

Penyediaan dan pemanfaatan bacaan-bacaan anak, baik fiksi maupun nonfiksi di sekolah.

Bacaan-bacaan ini juga dapat digunakan sebagai pintu masuk pembahasan materi dalam pelajaran nonbahasa.

Apabila guru menggunakan bacaan bacaan ketika memulai pembahasan materi lintas kurikulum/ tematik atau nonbahasa, minat siswa terhadap materi tersebut tumbuh dan mereka pun mampu menghubungkan materi tersebut dengan realitas keseharian mereka.

Lingkungan sekolah yang kaya bacaan

  • Bacaan bacaan dapat diakses dengan mudah di perpustakaan sekolah dan “sudut baca” kelas.
  • Perpustakaan sekolah mempromosikan bacaan minggu ini atau bacaan bulan ini dengan memajang sinopsis, ulasan bacaan, biodata penulis pada majalah dinding dan tempat yang mudah dilihat oleh siswa.
  • Pemilihan bacaan dapat disesuaikan dengan tema atau peringatan hari tertentu di sekolah.
  • Warga sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, menuliskan pendapatnya tentang bacaan favoritnya dan mengapa mereka menyukai bacaan tersebut.
  • Warga sekolah menghias dinding kelas dan sekolah dengan kutipan-kutipan dari bacaan favorit.

Koleksi Bacaan di Sekolah yang Berkualitas dan Bervariasi

Koleksi bacaan sekolah terdiri atas bacaan fiksi dan nonfiksi dengan variasi genre dan tema yang mempertimbangkan preferensi gender, usia dan ragam minat siswa. 

Koleksi bacaan juga perlu memiliki bacaan dengan jumlah teks yang sesuai dengan kemampuan membaca siswa. 

Koleksi bacaan fiksi menyediakan pilihan bacaan klasik dan populer, dengan cerita yang berkualitas baik, tokoh yang kuat, dengan nilai moral yang disampaikan dengan tanpa menggurui. 

Apabila memungkinkan, sediakan sumber bacaan cetak, digital, dan audio.

Program Membacakan Nyaring (read aloud)

Adanya program membacakan nyaring (read aloud) untuk siswa yang dilakukan oleh guru, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, alumni, atau siswa yang lebih senior.

Kegiatan membacakan nyaring juga dapat dilakukan untuk siswa yang telah dapat membaca dengan mahir.

Dengan mendengarkan sebuah cerita dari buku yang dibacakan, siswa dapat menangkap kesan mendalam yang disampaikan oleh pembaca dengan intonasi dan irama yang tepat dan menyentuh. 

Guru dapat memilih beberapa paragraf dari bacaan fiksi untuk dibacakan dengan nyaring dan berhenti pada bagian yang menarik untuk diteruskan keesokan harinya.

Guru dan Tenaga Pendidik Turut Mencintai Bacaan Anak dan Remaja

Guru dan tenaga pendidik yang mencintai bacaan tidak hanya sekadar meminta siswa membaca bacaan, namun juga membaca bersama dan mendiskusikan bacaan bersama siswa. 

Ketika mendiskusikan bacaan, guru dan tenaga pendidik dapat mengajak siswa untuk membicarakan kekuatan cerita, menganalisis tokoh dan elemen lain dalam bacaan agar menumbuhkan minat siswa terhadap cerita. 

Mendiskusikan bacaan juga memfasilitasi perkembangan kemampuan berpikir siswa melalui bacaan.

Terdapat dan Terfasilitasinya Komunitas/ Klab Baca

Sekolah memfasilitasi terbentuknya komunitas membaca berdasarkan genre, penulis, atau tema. 

Dalam komunitas ini, pembaca dapat bertukar pikiran, informasi, dan berdiskusi tentang tentang bacaan yang dibaca.

Ajaklah siswa untuk bergabung dalam komunitas pembaca online yang lebih luas seperti goodreads

Guru dan tenaga pendidik dapat menjadi model membaca dengan bergabung dalam komunitas ini dan membagi ulasannya terhadap bacaan.

Pemanfaatan bacaan-bacaan dengan ilustrasi berkualitas tinggi dalam diskusi tentang bacaan

Bacaan berilustrasi tidak hanya penting bagi pembaca pemula, namun segala usia. Elemen visual dan penataan yang menarik menumbuhkan minat terhadap konten dalam bacaan.

Kegiatan untuk Menghidupkan Bacaan Multimodal 

Terdapat kegiatan untuk menghidupkan bacaan multimodal melalui pementasan tari, seni drama, dan permainan peran.

Kegiatan pementasan tari, seni drama, dan bermain peran memberikan kesempatan kepada pembaca untuk mendalami cerita, karakter tokoh, sehingga menumbuhkan minat mereka terhadap bacaan dan mengembangkan imajinasinya.

Mengundang Pencipta Bacaan

Kegiatan mengundang pencipta bacaan, seperti penulis, ilustrator, editor, dan desainer ke sekolah untuk membicarakan tentang proses kreatif pembuatan bacaan.

Mengundang kreator buku ke sekolah mendekatkan dunia penciptaan bacaan kepada siswa. 

Siswa dapat mengenal profesi ilustrator, penulisan dan penerbitan dan menelusuri karya-karya ilustrator dan penulis yang pernah mereka temui.

Mengembangkan Koleksi Bacaan

Tukar-buku

Tentukan sebuah hari di mana setiap siswa membawa sebuah bacaan dari rumah untuk ditukar dengan teman. 

Siswa dapat menyepakati bacaan yang akan dibawa dan ditukar dengan temannya.

Jaringan Perpustakaan Sekolah

  • Buatlah jejaring dengan perpustakaan sekolah atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di sekitar sekolah untuk saling bertukar koleksi bacaan.
  • Masukkan sekolah Anda dalam daftar kunjungan mobil perpustakaan daerah.
  • Libatkan orang tua dan alumni dalam memperkaya koleksi perpustakaan sekolah dan sudut baca kelas.
  • Buatlah proposal pengajuan donasi bacaan kepada CSR perusahaan, penerbit buku, atau LSM di sekitar sekolah.
  • Pengumpulan dana untuk pengembangan koleksi bacaan dapat dilakukan dengan menerbitkan dan menjual buku kumpulan tulisan siswa atau guru.

Upaya mengembangkan koleksi bacaan, penyediaan bacaan bacaan berkualitas dan variasi kegiatan membaca yang mengasyikkan perlu diperkaya dengan inovasi-inovasi lain untuk memastikan keberlangsungan penumbuhan budaya membaca di sekolah. 

Selain itu, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan perlu terlibat aktif dan menjadi figur teladan membaca di sekolah.

Demikianlah informasi di atas mengenai Membaca untuk Kesenangan yang telah Admin Ganteng bagikan kepada Anda semua, semoga dapat bermanfaat.

Terima kasih.

Selamat Belajar Daring.


Daftar Pustaka

Clark, C. and Foster, A. (2005). Children’s and young people’s reading habits and preferences: The who, what, why, where and when. London: National Literacy Trust.

Clark, C., & Rumbold, K. (2006). Reading for Pleasure: A Research Overview. London: National Literacy Trust.

De Naeghel, J., Van Keer, H., Vansteenkiste, M., & Rosseel, Y. (2012). The Relation Between Elementary Students' Recreational and Academic Reading Motivation, Reading Frequency, Engagement, and Comprehension: A Self-Determination Theory Perspective. Journal of Educational Psychology, 104(4), 1006-1021.

Dewayani, S. (2018). Modul Pelatihan Membaca Untuk Kesenangan. Jakarta: Inovasi Palladium.

Nell, V. (1988). The psychology of reading for pleasure. Reading Research Quarterly, 23(1), pp. 6-50.

Wilkinson, S. (2015). The impact of reading for pleasure and empowerment. The Reading Agency.

Posting Komentar untuk "MEMBACA UNTUK KESENANGAN"