Proses Terjadinya Efek Gas Rumah Kaca


Belajar Daring - Proses Terjadinya Efek Gas Rumah Kaca, pada kesempatan kali ini Admin akan membahas materi dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, silahkan Kalian simak ya...

Kalian pasti pernah mendengar efek gas rumah kaca dalam kehidupan sehari-hari bukan? 

Dalam Bahasa Inggris biasa disebut green house effect

Fenomena efek rumah kaca ini pertama kali ditemukan oleh fisikawan Perancis, Joseph Fourier, pada tahun 1824. 

Penyebab nama efek rumah kaca sebenarnya didasarkan atas peristiwa alam yang mirip dengan yang terjadi di rumah kaca yang digunakan dalam kegiatan pertanian dan perkebunan untuk menghangatkan tanaman di dalamnya. 

Panas yang masuk ke dalam rumah kaca sebagian akan terperangkap di dalamnya dan tidak dapat menembus ke luar kaca sehingga menghangatkan seisi rumah kaca tersebut.

Gas rumah kaca merupakan suatu fenomena terjadinya gelombang pendek radiasi matahari yang menembus atmosfer dan berubah menjadi gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi. 

Kumpulan gas yang menghalangi sinar pantulan dari bumi disebut dengan gas rumah kaca. 

Adapun efek yang ditimbulkan oleh gas rumah kaca ini disebut dengan efek rumah kaca.

Keberadaan gas rumah kaca di atmosfer, ibarat selimut yang membuat bumi tetap hangat. 

Secara alami, konsentrasi gas rumah kaca sebenarnya berubah setiap saat. Hal ini diikuti dengan berubahnya iklim. 

Periode ketika iklim menjadi hangat menunjukkan bahwa konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer saat itu tinggi, sedangkan periode Ketika iklim menjadi lebih dingin menujukkan bahwa konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer adalah rendah. 

Perubahan tersebut sebenarnya merupakan siklus alamai yang terjadi dalam skala waktu ribuan, bahkan jutaan tahun setiap periode. 

Perubahan konsentrasi gas rumah kaca tersebut tidak lagi terjadi secara alamiah saat ini. 

Akan tetapi, banyak dipengaruhi oleh aktivitas manusia yang dampaknya baru disadari setelah jangka waktu lama.

Lapisan atmosfer bumi terdiri atas troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer. Lapisan terbawah(troposfer) adalah bagian terpenting dalam kasus efek rumah kaca. 

Sekitar 35% dari radiasi matahari tidak sampai ke permukaan bumi. Hampir seluruh radiasi yang bergelombang pendek (sinar alpha, beta, dan ultraviolet) diserap oleh tiga lapisan teratas. 

Adapun radiasi lainnya dihamburkan dan dipantulkan kembali ke ruang angkasa oleh molekul gas, awan, dan partikel. 

Sisanya, 65% masuk ke dalam troposfer. Di dalam troposfer ini, 14% diserap oleh uap air, debu, dan gas-gas tertentu sehingga hanya sekitar 51% yang sampai ke permukaan bumi. 

Dari 51% ini, 37% merupakan radiasi langsung dan 14% radiasi difus yang telah mengalami penghamburan dalam lapisan troposfer oleh molekul gas dan partikel debu. 

Radiasi yang diterima bumi, sebagian diserap sebagian dipantulkan. 

Radiasi yang diserap dipancarkan kembali dalam bentuk sinar inframerah. 

Sinar inframerah yang dipantulkan bumi kemudian diserap oleh molekul gas yang antara lain berupa air atau (H2O), karbondioksida (CO2), metan (CH4), dan ozon (O3). 

Sinar merah inframerah ini terperangkap dalam lapisan troposfer sehingga suhu udara di troposfer dan permukaan bumi menjadi naik.


Gas Rumah Kaca
belajardaring.net


Dalam bahasa sederhana, proses terjadinya efek rumah kaca dimulai dari adanya sinar matahari merambat dan masuk ke permukaan bumi. 

Selain itu, panas matahari tersebut akan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa melalui atmosfer. 

Panas matahari tersebut kemudia terperangkap di permukaan bumi dan tidak menembus atmosfer sehingga suhu bumi menjadi lebih panas.

Adapun yang termasuk gas rumah kaca di atmosfer adalah uap air (H2O), karbondioksida (CO2), gas methan (CH4), dan ozon (O3). 

Konsentrasi gas rumah kaca di bumi dapat disebabkan oleh aktivitas manusia yang mencakup antara lain:

  • Pemanfaatan berbagai macam bahan bakar fosil atau Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terlalu boros, 
  • Kerusakan hutan (kebakaran dan penebangan liar), 
  • Pemanfaatan pupuk, 
  • Pembusukan sisa-sisa pertanian dan kotoran-kotoran ternak, 
  • Pembakaran sabana di sektor pertanian dan peternakan, 
  • Pemakaian AC yang berlebihan, 
  • CFC yang banyak terdapat pada spray
  • Parfum, 
  • Asap kendaraan bermotor, dan 
  • Hasil buangan industri.


Gas Rumah Kaca
belajardaring.net


Efek rumah kaca banyak disebabkan oleh kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. 

Efek rumah kaca yang paling serius berkaitan dengan munculnya pemanasan global. 

Pemanasan global telah terjadi diakibatkan oleh aktivitas manusia di seluruh dunia. 

Pemansan global yang merupakan dampak dari efek rumah kaca ini akan memperluas infeksi patogen, mengakibatkan perubahan iklim, meningkatkan intesitas dan frekuensi cuaca ekstrem, mengakibatkan naiknya permukaan laut karena melelehnya kutub es. 

Ulah manusia berpotensi besar dalam menimbulkan bencana di bumi. Untuk itu, manusia perlu bertanggung jawab atas semua kehancuran alam ini.

Belajar dari fenomena alam yang sudah dijelaskan di atas, maka Kita harus mempergunakan sumber daya alam secara arif dan bijaksana.

Demikianlah pembahasan mengenai Proses Terjadinya Efek Gas Rumah Kaca yang dapat Admin sampaikan pada kali ini, semoga dapat bermanfaat.

Terima Kasih.

Selamat Belajar Daring.

Posting Komentar untuk "Proses Terjadinya Efek Gas Rumah Kaca"